Teer Gilang saat beraksi, sebagai "dosen tamu" mahasiswa UI, Jakarta.
Dalam kesempatan ini, Kak Gilang memperkenalkan komunitas KeMANGTEER Jakarta, kepada kurang lebih 80 orang mahasiswa UI. Setelah itu, tak lupa juga dikenalkan mengenai jenis-jenis mangrove, diantaranya bakau, api-api, bogem, lindur dan lain sebagainya.
Pengenalan jenis-jenis mangrove ini sangat penting, mengingat masih campur aduknya pengertian bakau dengan mangrove. Selanjutnya, pembina KeMANGTEER Jakarta ini juga menjelaskan mengenai fungsi dan manfaat mangrove yang sangat penting bagi manusia, terutama dalam mengatasi permasalahan lingkungan secara global, sesuai dengan tema mata kuliah.
Dalam kesempatan ini, juga diinformasikan pandangan KeMANGTEER Jakarta mengenai pro dan kontra pembangunan Giant Sea Wall di wilayah pesisir.
Dalam kesempatan ini, juga diinformasikan pandangan KeMANGTEER Jakarta mengenai pro dan kontra pembangunan Giant Sea Wall di wilayah pesisir.
Aku cuplik dari akun Instagram KeMANGTEER Jakarta, para mahasiswa Teknik Sipil dan Lingkungan ini, selain memperoleh penjelasan mengenai mangrove dari Kak Gilang, juga nampak menikmati beberapa spot, seperti pengamatan burung, pembibitan, dan melihat langsung kondisi hutan mangrove serta kondisi salah satu sisi pesisir utara, Jakarta.
Kegiatan berjalan dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pemberian kenang-kenangan dari Dosen Prodi Teknik Sipil dan Lingkungan UI, Dr. Cindy R. P. kepada pembina KeMANGTEER Jakarta. (ADM).
Kegiatan berjalan dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pemberian kenang-kenangan dari Dosen Prodi Teknik Sipil dan Lingkungan UI, Dr. Cindy R. P. kepada pembina KeMANGTEER Jakarta. (ADM).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar